Minggu, 10 Agustus 2014

Cinta adalah Kata Kerja :)

Niar-Marita-Amita-Tiara-Aci-Arif
Nunung-Zizah-(Aku)

Hakikat jiwa yang membutuhkan pembinaan (QS.91:8-10), hakikat jiwa tersebut menghadapi persoalan : secara fitrah jiwa yang pada dirinya terdapat kecenderungan kepada taqwa dan kecenderungan kepada dosa.


Tak pernah ada manusia yang berhasil menghadapi persoalan, tanpa mengalami pembinaan. Tak pernah ada manusia yang mampu memberi, tanpa sebelumnya terisi. Tak pernah ada teko yang berhasil mengeluakan manis dan hangatnya teh, tanpa sebelumnya diisi dengan teh yang sama hangat dan manisnya. Berbicara mengenai membina dan dibina, adalah berbicara tentang siklus kehidupan. Tak terpisahkan. Indah.

Mentoring, atau secara luas “tarbiyah”, merupakan sebuah proses transfer value. Merubah kosakata cinta, menjadi sebuah kata kerja. Membuat teori, menjadi indahnya realita. Membuat diri, menjadi refleksi dan koreksi bagi sesamanya. Tak masalah dimana posisi kita, subjek ataupun objek dalam proses tarbiyah. Menjadi sang pembina atau yang dibina. Karena sekali lagi, tarbiyah adalah proses berbentuk siklus. Suatu saat posisi bisa tertukar, kemudian kembali berputar.

Tarbiyah adalah puzzle cinta, setiap komponennya saling melengkapi. Dan sebutlah mereka yang menjadi puzzle dalam hidupku. Niar, Aci, Zizah, Nunung, Marita, Tiara, Amita, dan Arif. Semangat memasuki semeseter 3 adik-adik :)



Kamis, 26 Juni 2014

Biru dan Merah

Cukup gerah melihat perang antara si biru dan si merah.

Hey, ini bukan ajang dan wahana permainan adu siapa unggul dalam menghasut dan saling menjatuhkan.

Hai si merah dan si Biru, bisakah bersikap dewasa?

Hai Biru, berhenti membuat berita yang konyol tentang si jagoan nya biru.
Ah membuat kami ingin tertawa melihatnya.

Hai si Merah, cukup luar biasa, tapi bisa lah ya kita menaikkan tanpa harus menjatuhkan. 
Hati hati, kau tetap lah sebuah media yang menjunjung tinggi independensi kan?

Ini fenomena yang menarik. 
Merah membiru, dan biru memerah.
Panas, 

Sabtu, 21 Juni 2014

Mari Berpura-pura


Mari berpura-pura, agar dunia ini, negri ini, terlihat lebih indah, dan terasa lebih menyenangkan untuk ditinggali.

Mari berpura-pura, untuk tidak tahu apapun.
Mari kita mulai berpura-pura,

Pura-pura, bahwa semua media kita adalah media yang memiliki integritas, tanpa tendensi, dan tanpa kepentingan apapun selain dari kepentingan pemberian informasi untuk masyarakat.

Mari berpura-pura, bahwa atmosfer politik kita memang benar-benar sehat, konstruktif.
Bahwa semua elemen bersama-sama memiliki tujuan untuk kedaulatan rakyat, untuk kepentingan bangsa.

Berpura-pura, bahwa tidak pernah ada interfensi asing dalam setiap gerak dan sikap para elit politik.
Yang ada hanya niat membangun dengan memaksimalkan kekuatan dan potensi besar yang dimiliki pribadi.

Mari berpura-pura, bahwa pesta demokrasi terbesar negri ini benar-benar murni dan sehat.

Mari berpura-pura bahwa negeri ini dipimpin oleh mereka yang mencintai rakyatnya, melebihi dia mencintai dirinya.

__________

Aku salah.
Ganti kata berpura-pura, menjadi berharap.

Selasa, 27 Mei 2014

Little things called..... #part9

Main eat bulaga group.
(sejenis eat bulaga indonesia pintar, tapi yang nebak satu grup)

Dalam suatu pelatihan micro teaching.

____

Jawaban seharusnya PARASUT.
Clue nya bisa menyelamatkan nyawa.

Kita lihat betapa jeniusnya mahasiswa.


R: Bendanya besar banget?
N: YA YA!
R: SEPATU??
N: .......

____

R: Terbuat dari plastik??
N: IYAP!! (iya gitu?)

R: PLASTIK KILO??
R: JAS HUJAN?!
A: KAFAN YA???

R dan N: ...

plastik.. plastik kafan....

____

P: Oh plastik ya!!!
P: PAYUNG BUKAN?
N: ..... em... iya iya!! (ini asli bingung)
P: TAS!!!!!??

N: ......

____

Jawabannya harusnya PRANGKO

R: kertas?
N: YAYAYA!!!
P: KERTAS KREP?
A: KERTAS KADO?
R: KERTAS NASI?
A: KERTAS HVS?

N: .... tidak tidak tidak -__-

R: Ada di ulang tahun?
N: YAYAYYA!!!! (nahlo-_-) 

R: di ulang tahun.... KUE ULANG TAHUN??
N: ... tidak.... (kertas bu...)

P: KARTU UNDANGAN??
N: YAYAYYA!!!!

P: kartu undangan.... PITA????
N: TIDAAAKKKKK

P: PRANGKOOO!!!!
N: YAAAAA!!!!!!

P: Emang di kartu undangan ulang tahun ada prangko nya?
N: eh... gak ada ya?

_____







Do You Know?

IED MILAD My lovely, my beloved, my everything, my the only one, LITTLE BROTHER!!

Kejar predikat golden hamba soleh!!
17 Tahun usiamu.......
Ah, banyak harap, banyak sekali.

Do you know something??

Pesatnya pertumbuhanmu-__-

You're my everything



DO YOU KNOW SOMETHING?








Banyak orang bilang, irfan ganteng.
Banyak orang bilang, irfan jagoan.
Banyak orang bilang, irfan dewasa banget.
Banyak orang bilang, beruntung ih punya adek kayak gitu.
Banyak orang bilang, boleh jadi pacar aku aja nggak kak itu?

Banyak orang bilang, dirimu begitu hebat.

Do you know something?
_____




Menurutku tidak begitu.
Irfan jagoan, irfan ganteng, irfan dewasa, irfan hebat.
BUKAN.

Yang bener?
Irfan adik kebanggaanku.
Irfan hamba Allah yang paling cinta dengan Tuhannya.
Irfan hamba Allah yang spesial.




_______

Berapa amanah yang ada di pundakmu sekarang nad?
Apa amanah terbesarmu?

lalu kujawab:

Amanah ku hanya tiga. Amanah sebagai hamba, amanah sebagai anak, dan amanah sebagai kakak. 

Dan amanah terbesarku?
Adalah menjadi pendidik bagi adikku.

HAI KAMU AMANAH TERBESAR!!

BARAKALLAH FI UMRIK dear :)

Do You Know Something?

Do you know how much I love you?

_______

Last Part.

17?
KTP SIM dan PEMILU.
YES suara tambahan untuk pemilu Presiden!!


Think and Learn

Mutiara yang bersatu di kalung perhiasan, harus rela ditusuk jarum agar benang menyatukan. Berjama’ah mungkin melukai, tapi ia memberi arti.” --@salimafillah

___

Selalu ada resiko, tapi itu justru yang membangunkan kita. 
Bersama pasti ada banyak kesulitan dan rintangan, 
Tapi justru dengan itu, ada makna, hikmah, dan ganjaran yang tidak biasa :)

Mari bersama.

Think and learn, before you speak and DO!

Kamis, 08 Mei 2014

Testimoni dan bincang bersama :)

---SOL 7, Kreatif Sampai Mati---

Testimoni mereka.

Hasil dari tanya jawab, dan bincang-bincang saya terhadap 10 mahasiswa UNPAD, khususnya mahasiswa Farmasi, mengenai ke-UNPAD-an dan serba-serbi lainnya. Membuat saya bisa menganalisa, apakah pengetahuan mahasiswa UNPAD terhadap kampus dan komponennya sudah cukup baik dan memuaskan?
Pertanyaan dasar yang saya ajukan adalah:

1.      Tau nggak visi misi UNPAD itu apa?
2.      Tau kapan UNPAD terbentuk dan disahkan? Tahun dan tanggalnya?
3.      Menurut kamu, apa sih tujuan awal UNPAD dibentuk?
4.      Kalau Keluarga Mahasiswa UNPAD, tau kapan dibentuknya?
5.      Apa sih tujuan KEMA UNPAD dibentuk?
6.      Kamu tau IKA UNPAD?
7.      Tujuan dibentuknya?
8.      Perkembangan kemahasiswaan di UNPAD kayak apa sih?

Mari kita bahas satu per-satu hasil dari pertanyaan tersebut.

            Mengenai visi dan misi, dari sepuluh mahasiswa yang menjadi responden, tidak ada satupun yang tau apa visi dan misi UNPAD. Namun beberapa diantaranya menyerupai;

"Menjadi World Class University" (Kang Alfy’11 Kadept Kastrat BEM Kemafar)
"Jadi World Class University lah pokoknya" (Kang Dylan’10) –semangat kang TA nya, cepat lulus!

Menjadi fenomena yang wajar sih, kalau memang visi dan misi UNPAD ini jarang ada yang kenal dan memahami. Mungkin karena merasa tidak terkait dalam pelaksanaannya, merasa itu bukan-lah visi dan misi kita. Padahal sesungguhnya menurut saya, visi dan misi UNPAD berarti adalah visi misi kita bersama. Bagaimana bisa meraih tujuan ketika tidak banyak yang tahu apa tujuan tersebut. 

Visi UNPAD adalah:
”Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kelas Dunia Tahun 2026”

Dan untuk Visi serta tujuan bisa diakses lengkap di http://www.unpad.ac.id/universitas/visi-misi-tujuan/

            Untuk pertanyaan tanggal dan tahun terbentuknya UNPAD, mayoritas mereka pun tidak tau pasti, hanya yang menarik adalah hampir semua mengetahui tahun terbentuknya UNPAD.

“Yang di Jaket kan ya? 1957 lah ya??”  

Mendengar jawaban seperti itu dari hampir seluruh responden membuat saya berpikir, apa seharusnya di Jaket dibuat lebih detail ya? Sekalian lengkap gitu, 11 September dan disahkan 18 September 1957.
Tapi jadi kepanjangan ya? Gak lucu kalo gitu.

            Oke lanjut! Untuk apa UNPAD dibentuk? Ini pertanyaan yang menimbulkan banyak jawaban yang menurut saya sangat menginspirasi.

“Untuk nyaingin ITB kayaknya” (Melati ’12)
“Untuk mempersatukan keturunan kerajaan Padjadjaran” (Panji ’12)
“Menciptakan kuli-kuli terbaik bangsa” (Kang Alfy ’12)
____

Kemudian mengenai KEMA UNPAD. Tahun terbentuknya, hanya satu dari 10 mahasiwa yang menjawab dengan benar.

"2002 ya? duh lupa" (Saiful '12)

Mengenai tujuan dari KEMA sendiri secara garis besar, hampir semua menjawab satu suara; untuk mempersatukan dan menjadi wadah persatuan seluruh fakultas.

_____

IKA UNPAD. 

Tak banyak yang mengetahui bahwa UNPAD memiliki organisasi ekstra (pasca) kampus; wadah alumni untuk terus sinergis berkarya, yaitu IKA UNPAD. 

Mayoritas dari mereka hanya mengetahui kepanjangan IKA, dan memperkirakan tujuan adanya IKA. 

Beberapa pendapat mereka tentang tujuan IKA UNPAD adalah;

"Untuk kita minta duit kan ya?"
"Untuk cari kerja, dapetin banyak link"
" IKA tuh apa? Ikatan Kerja Apoteker"

IKA pada artian sebenarnya lebih luas dari hal tersebut. Seperti selayaknya sebuah forum ikatan alumni yang fungsi nya menjaga silaturahmi para alumnus nya dan bermanfaat bagi masyarakat, maka IKA UNPAD pun juga memiliki  program-program kerja yang pada bahasan sebelumnya sudah disebutkan. 

______


Dari hasil pendataan dan survey sederhana ini, dapat saya simpulkan bahwa perlu adanya peningkatan upaya untuk membuat mahasiswa mengenal kampusnya dengan cara yang fleksibel., dan menari.

"Karena dari mencari dan mengetahui sejarah, maka setiap langkahmu akan lebih berarti, menyala jiwanya, dan kita bisa belajar menghargai perjuangan sebelumnya, dan siap untuk berkontibusi lebih untuk KEMAFAR :)


____

Terimakasih saya ucapkan khususnya kepada:
Panji '12, Andhiani '12, Melati'12, Dylan'10, Mentary '12, Saiful '12, Kang Prima '10, Kang Alfy '11, Resha'13, Faris Elzo '12.

(ndy)



Rabu, 07 Mei 2014

Tak Kenal, Maka Ta'aruf (Halo Kampusku)

--SOL 7, Kreatif Sampai Mati--


Mengenal lebih dalam kampusku.


Universitas Padjadjaran, kampus yang terletak di desa indah Jatinangor, dan di kota metropolitan Bandung Dipati Ukur memiliki sejarah unik yang menarik untuk diingat. Bagaimana terbentuknya, siapa saja tokoh yang berpengaruh, ataupun kejadian apa saja yang menarik untuk diketahui. Disini kita akan mengenal lebih banyak tentang kampus tercinta, serta ikatan alumni yang ada, dan apa itu keluarga mahasiswa Universitas Padjadjaran.

Kisah ini dimulai dari Kota Kembang Bandung,  disana terdapat fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, serta Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Namun masyarakat saat itu menuntut ingin memiliki universitas dengan berbagai macam disiplin ilmu, berhubungan dengan Bandung telah menjadi sorotan negeri dan dunia karena penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Oleh karena itu, dibentuklah PPUN (Panitia Pembentukan Universitas Negeri). Tokoh-tokoh yang menjadi delegasi dari panitia adalah Muh Yamin, Mr. Soenardi, Mr Bushar Muhammad, dan beberapa tokoh Jawa Barat lainnya. Delegasi ini berfungsi untuk memperjuangkan pembentukan Universitas di Bandung.

Pada tanggal 25 Agustus 1957 dibentuk Badan Pekerja yang diketuai oleh gubernur Jawa barat. Hasil dari BP inilah lahir Universitas Padjadjaran pada hari Rabu tanggal 11 September 1975. Namun pengukuhan PP No. 37 Tahun 1957 tertanggal 18 September 1957. Kemudian fungsi BP itu berubah menjadi presidium UNPAD yang dilantik oleh Presiden RI tanggal 24 September 1957. Kemudian UNPAD berkembang dimulai dari 8 fakultas, hingga kini ada 16 fakultas.

Sekilas tadi mengenai Universitas Padjadjaran, kemudian, bagaimana dengan perkembangan kemahasiswaannya. Apa itu Keluarga Mahasiswa UNPAD?
Dimulai pada tahun 1996 ketika seluruh stakeholder fakultas yang digaungi oleh Fery (SEMA FISIP) berinisiatif untuk mencanangkan membuat sebuah organisasi besar yang mampu menyatukan dan memayungi seluruh mahasiswa UNPAD dalam suatu wadah formal. Upaya ini diawali dengan Mubes I dan Mubes II tingkat Perguruan Tinggi di Lembang. Namun belum berhasil untuk membentuk Ormawa tingkat Universitas tersebut. Kemudian pada tahun 1997, terdapat sebuah fenomena bersejarah ketika mahasiswa memboikot Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sehingga memunculkan sanksi akademik. Mahasiswa baru pun dinyatakan untuk bersih dan tidak boleh “disentuh” selama satu semester, namun mahasiswa tetap memperjuangkan untuk melaksanakan LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) meskipun kegiatan tersebut dianggap ilegal oleh pihak rektorat.

Pada tahun 1998-2002, dibentuklah Tim Fasilitator Dialog Mahasiswa (TIFIDIMA) UNPAD. Kemudian setelahnya dibentuk Kongres Mahasiswa tingkat Universitas yang menghadirkan ketua-ketua BPM Fakultas, perwakilan SEMA fakultas dan jurusan, hingga UKM-UKM. Kongres ini membahas tentang AD/ART dan GBPK. Dari sini terbentuklah FORGAB (FORUM GABUNGAN) sebelum kemudian berubah menjadi KEMA UNPAD, yang dideklarasikan pada tanggal 14 Maret 2002 di Graha Sanusi; dihadiri oleh PR III UNPAD.
Sekilas sejarah tentang pembentukan dan perkembangan kemahasiswaan di Kampus tercinta. Kemudian berbicara tentang kontribusi terhadap Keluarga ini, maka setelah nanti kita lulus dan meninggalkan kampus, sibuk untuk bermanfaat di masyarakat, ada hal yang tidak bisa kita tinggalkan dan lupakan. Nama kampus Unpad tetap ada di hati dan menjadi tanggung jawab masing-masing kita untuk mengharumkannya. Maka perlu sebuah organisasi yang mewadahi para alumnus UNPAD untuk bisa terus berkarya atas nama Kampus ini. Inilah wadah nya,  yaitu Ikatan Alumni UNPAD.

IKA Unpad memiliki komponen UNPAD yaitu; Unity, Nationality, Productivity, Action, dan Dedication. Definisi IKA UNPAD adalah sebuah organ ekstern pasca kampus, yang menjadi sarana para alumni UNPAD untuk sinergi membangun sesuatu untuk negri dan almamater. Seperti selayaknya Ikatan Alumni pada umumnya, IKA UNPAD memiliki fungsi untuk menjaga dan mengikat alumni Unpad. Sebagai wadah komunikasi dan menjalin silaturahmi untuk seluruh alumnus UNPAD. Fungsi khususnya dapat tercerminkan dari program-program yang ada di IKA UNPAD.  Beberapa program IKA UNPAD diantaranya adalah bisnis dan wirausaha; seperti Coaching, seminar, dan lain sebagainya. Karena tidak bisa dipungkiri, bisnis dan wirausaha, berkaitan dengan ekonomi, adalah parameter kemajuan suatu bangsa. Kemudian program-program lainnya seperti pengembangan industri kreatif, pengabdian kepada masyarakat; seperti adanya akademi komunitas. Banyak fungsi dari IKA UNPAD yang bermanfaat untuk masyarakat, negara, dan juga khususnya untuk alumnus UNPAD sendiri.


                            
AYO KENALI SEJARAH KITA :) Kemudian kita akan belajar menghargai.
(ndy)

                                      

Selasa, 06 Mei 2014

Mahasiswa dan Diskusi, Mari Budayakan

--SOL 7, Kreatif Sampai Mati--

Antara mahasiswa dan diskusi.


Mahasiswa identik dengan diskusi, cenderung memiliki minat yang tinggi untuk mengkiritisi dan berdiskusi demi mendapatkan solusi atas sebuah permasalahan. Walaupun memang enjadi pertanyaan ketika masih banyaknya fenomena rendahnya minat diskusi pada mahasiswa di beberapa fakultas, jurusan, ataupun universitas. Berbicara tentang diskusi, apa sih sebenarnya arti diskusi? Apa hubungannya dengan mahasiswa?
Semboyan mahasiswa yang bisa kita tancapkan dalam hari adalah,
Now student, but soon, tomorrow we’re a leader
Selayaknya dalam segala urusan kita, diskusi pun membutuhkan aturan, norma, gaya, etika dalam melaksanakannya. Etika adalah perilaku; cenderung terkait dengan perilaku yang baik dan yang sebenarnya harus dilakukan. Etika terpaut dengan beberapa komponen yaitu;
1.      Etika memiliki ruang yang terbatas sesuai lingkup kebiasaan dan norma yang ada. Etika setiap profesi berbeda, etika masing-masing cabang ilmu, etika dalam berbudaya, dsb.
2.         Etika merupakan panduan untuk orang berbuat sesuai pada tempatnya.
3.      Etika adalah rambu, yang bisa digunakan untuk memilih mana yang baik pada suatu lingkungan khusus.
4.   Etika normatif, merupakan implikasi langsung dari tindakan dan sifat cara hidup manusia sesungguhnya.

Etika inilah yang digunakan pada diskusi. Diskusi sendiri memiliki arti; bertukar pikiran, berbicara, dan berunding dengan tujuan mendapatkan solusi jalan keluar dari masalah yang ada. Diskusi dapat dilakukan oleh 2-3 orang atau lebih, dengan cara dasar yang dipatuhi oleh seluruh anggota diskusi. Yang terpenting dalam diskusi adalah, bagaimana kita bisa memecahkan masalah dengan cara berfikir kelompok. Dengan begitu, segala perbedaan bukanlah masalah penghalang ditemukannya jalan keluar.

Beberapa komponen dalam diskusi yang baik;
1.      Materi: sebagai sumber utama dan penentu arah berjalannya diskusi.
2.      Peserta: sebagai pelakasana diskusi.
3.      Moderator: mengatur alur berjalannya diskusi.
4.      Notulis: mencatat segala poin-poin penting dalam diskusi.
5.      Nara sumber: sumber informasi dalam menentukan arah dan sikap yang akan diambil.
6.      Sarana-prasanarana: fasilitias untuk mendapatkan informasi ataupun lainnya.

Sedangkan umumnya tata cara dalam melaksanakan diskusi adalah;
1.      Pembukaan
2.      Penyampaian agenda
3.      Penyampaian masalah
4.      Tanya jawab
5.      Kesimpulan

Pada dasarnya ada banyak bentuk dan jenis dalam diskusi, diantaranya seperti; diskusi meja bundar, diskusi kelompok, diskusi panel, seminar, konferensi, kolokium, debat, dan lain sebagainya.
            Bagi mahasiswa, memiliki skill dalam berdiskusi merupakan softskill yang sangat diperlukan. Akan banyak masalah yang perlu diselesaikan dengan cara berdiskusi yang beretika. Belajar memimpin, berkomunikasi, lobbying dan negosiasi, memahami dan mendengarkan saran orang lain, adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa untuk menjadi agen penerus bangsa.

Unsur yang terdapat dalam diskusi, tugas, dan kemampuan yang harus dimiliki adalah;
1.      Pemimpin diskusi: mampu menjelaskan, mengklarfikasi, elaborasi, mengontrol forum, mempegaruhi, mengharmonisasikan, mengkordinasi, dan menyimpulkan dengan tegas keseluruhan hasil diskusi. Pemimpin harus memiliki pemikiran yang terbuka, menjamin seluruh peserta tertampung aspirasinya, jujur, inisiatif, bersahabat, serta mengayomi.
2.      Keseluruhan peserta dan unsur lainnya (notulensi dan peserta): harus memiliki kesepahaman bersama, saling menghormati, menerima kritikan, rasional dalam menjawab, tidak menghakimi, dan tidak pernah melakukan pemaksaan dalam forum.

Berbicara tentang etika dalam berdiskusi, maka masing-masing unsur memiliki etikanya masing-masing. Etika bagi seorang pembicara adalah berbicara sesuai dengan topik yang diminta, harus mau mengakui ketika ada argumentasi dari peserta yang lebih kuat, mau mengakui apabila ada hal yang belum dikuasai jika ditanyakan sesuatu diluar keahlian oleh peserta, menguasai permasalahan, dan tidak melebihi waktu yang disediakan untuknya.
Dan etika untuk para peserta atau pendengar, beberapa diantaranya adalah; berbicara hanya ketika diizinkan oleh moderator, berbicara dengan tegas jelas dan singkat, bertanya dengan fakta dan relevan, mendengarkan keseluruhan, memahami pendapat orang lain, dan tidak mudah terbawa emosi. Untuk mengoptimalkan diskusi, peserta sebaiknya duduk di posisi yang strategis, sudah memiliki materi tertulis, mematikan HP untuk konsentrasi yang lebih tinggi, dan mencatat hal-hal yang menjadi poin penting. Ada beberapa tips untuk menyampaikan pendapat dengan efektif dalam sebuah forum;
-          Dengan etika: menunggu izin dari moderator untuk berbicara, perkenalkan diri dan salam.
-          Menyampaikan dengan ringkas, jelas, dan tegas, dengan bahasa yang baik dan benar.
-          Sudah memiliki argumen dan dasar yang kuat.
-          Tidak menyimpang dari materi yang ada.
-          Tidak repetitiv dari pendapat peserta yang lain, pendapat efektif.
-          Tidak berdebat langsung dnegan sesama peserta ataupun pembicara (harus seizin moderator).
-          Berbicara efektif: ketepatan pemilihan kata, objektifitas gagasan, penyampaian gagasan efektif.
-          Menghargai pendapat seluruh forum.

Untuk mendapatkan diksusi yang optimal dan efektif, kita harus terlebih dulu memahami permasalahan, dan memiliki kemampuan berbahasa indonesia maupun bahasa asing yang baik.



Selamat berdiskusi dengan cerdas dan beretika, hidup mahasiswa!

(ndy)

Melek Media Online, yuk Siapa Takut?

--SOL 7 Unpad, Kreatif Sampai Mati--

Pemanfaaatan teknologi dan media Online

Melek media online, adalah satu kepastian mutlak yang harus kita kuasai. Berbicara tentang dunia internet; maya; dan online adalah berbicara perihal aku, kita, kamu, mereka, dan dunia.
Tak bisa dipungkiri, media online; massa dan medsos merupakan sebuah fenomena yang luar biasa unik. Melesatnya jumlah pengguna internet membuat gaya hidup, budaya, dan gaya penyebaran informasi berbeda dibandingkan 30 tahun yang lalu.
Coba sama-sama kita perhatikan, pada era tahun 80-90an, budaya berkenalan dan komunikasi masih menggunakan surat-menyurat, dengan perangko. Untuk menelfon (komunikasi langsung dua arah) menggunakan telefon rumah, dengan biaya yang sangat mahal.  Pertanyaan yang kerap kali ditanyakan saat seseorang berkenalan pada era tahun itu adalah alamat dan no telfon. Sedangkan ketika kita tengok kembali era-modern kini, ada perbedaan pertanyaan yang kita ucapkan ketika berkenalan dengan orang baru. Ini fenomena yang unik, ketika pada kondisi yang sama, maksud yang diinginkan sama, akan tetapi budaya dan kultur teknologi nya sudah berbeda. Dewasa ini, kita cenderung langsung meminta kontak hp dengan id line, pin blackberry, bertanya alamt email, ataupun twitter dan facebook. 
Internet memang merubah keseluruhan hidup kita, bahkan mengubah banyak hal didunia. Seperti kasus yang memang kita kerap kali dengar, banyaknya artis-artis dunia yang bangkit dan sukses diawali dengan karirnya pada dunia maya. Sebutlah justin bieber, raef, karirinya memuncak diawali oleh meng-upload youtube, atau seleb tweet seperti triomacan, ataupun radityadika yang kita ketahui semakin populer karena tweet-tweetnya. Bahkan felixiaw (seorang udztad) yang juga sekarang menggunakan twitter untuk menebarkan kebaikan. Dari hal tersebut kita bisa melihat, diluar talent yang sesungguhnya memang mereka miliki, youtube dan twitter telah berperan besar dalam karir masing-masing tokoh tersebut. Penggunaan internet tentu menarik dan banyak resiko.
Ibarat pisau bermata dua, media dan internet mampu menjadi solusi dari berbagai masalah, ataupun sumber dari segala masalah. Hal ini murni bergantung pada sifat dan karakter si pengguna. Ketika pemakaian dan pemahaman pengguna salah dalam menyebarkan informasi, maka dampak buruknya sering kita dengar seperti kasus human traficking, kejahatan seksual, penculikan, perampokan, dan lainnya.
Karena sebab mudahnya kita sekarang mendapatkan informasi, maka arus informasi menjadi sangat cepat, namun instan dan tidak terdeteksi sumber validnya. Ilmu dan informasi yang tersebar pun sangat mudah didapat, sehingga penghargaan kita terhadap ilmu itu sendiri semakin berkurang. Hal yang menjadi perhatian adalah;
“Network is dependent, always needs power. Lalu, apakah kita sama pintarnya dengan tanpa internet?”
Karena sebab semua bisa menjadi pintar dengan internet, maka masalah lainnya adalah, sulitnya memastikan kredibilitas sumber informasi. Munculnya istilah HOAX karena hal tersebut. Berita ataupun rumor yang sumbernya tidak jelas, dan kredibilitasnya diragukan. Harus ada upaya cerdas dalam mengkritisi setiap fenomena dan data informasi yang kita dapatkan. Agar tidak sekedar menjadi korban hoax.
Apa lagi fenomena yang terjadi yang disebabkan oleh internet?
1.      Menembus batas geografis dan waktu: tak ada lagi dinding batas budaya dunia.
2.      Mampu memunculkan identitas baru: menciptakan identitas yang berbeda antara dunia nyata dan dunia maya.
3.      Copyright issue: tidak menghargai karya orang lain, dengan mudahnya copy-paste.
4.      Potensi ekonomi yang sangat dahsyat: muncul fenomena tweet komersial, dsb.
Dengan ancaman dan oportunitis yang ada, apakah kita akan menggunakan internet atau tidak? Jawabannya tentu ya. Menjadi pengguna cerdas. Ikut, tapi tidak hanyut, bukan karena ikut-ikutan (Pak Syauqi).


Rabu, 23 April 2014

Memilih Respon



Ditengah penat dan kebisingan aktivitas
Pukul 5:18
Kadang menulis adalah solusi untuk menumpahkan semua rasa.

Aku menyayangi keluargaku, lebih dari apapun.
Mereka yang ketiga, setelah Allah dan Rosulnya

Nadiya Nurul Afifah, cukup sulit untukku sendiri memahami sifat karakter diri.
Kadang memaksa, kadang menuntut.
_____________

Terbiasa untuk tidak merasakan hangat lembut belaiannya, 
membuat kadang merasa, memang aku tidak membutuhkannya.

Terbiasa untuk tidak merasakan tertulis dan terucapnya kata motivasi, 
membuat memang tidak mempedulikannya.

Terbiasa untuk dituntut,
membentuk aku menjadi pribadi yang cendrung merasakan ingin menuntut, tapi tak ayal, aku tak bisa menuntut.

Terbiasa untuk terus hanya mengikuti perputaran roda kehidupan, 
bertambanh sunyi, terhimpit, dan pendarnya semakin meredup

Bahkan untuk merindu, 
Susah untuk merasakannya

Itu kondisi. 

Lalu bagaimana dengan respon?

Aku mencintai mereka. Sungguh, untuk seluruh pincangnya kapal yang kami punya.

_________

Patahkan semua kondisi!
Bangkit dan menjadi embun untuk panasnya cuaca.
Bangkit dan benahi, segala kekacauan di kapal.

Apa mampuku?
Sebatas melakukan inversi dari kondisi.

Terbiasa untuk tidak merasakan hangat lembut belaian dan segala?
Maka aku ingin menebar hangatnya.

Terbiasa untuk senyapnya motivasi, 
Maka aku ingin melantangkan keberadaannya.

Terbiasa untuk dituntut, 
Maka aku berusaha untuk tidak menuntut, dan terus coba pahami kondisi masing-masing mereka.
Apa yang aku bisa bantu dan berikan.

Terbiasa untuk statis pada putaran roda kehidupan?
Aku mencoba memahami, menerima, dan cukup memberikan apa yang sekiranya dibutuhkan.
Memendam ego pribadi, melawan karakter diri.

__________

"Wajar jika kamu melihat manusia yang hebat mengatasi hidupnya, manusia yang mendapatkan banyak kesuksesan, tak terlepas dari kepemilikan dia atas sempurnanya support dan source motivasi keluarga sebagai bahan bakar utama penggerak langkahnya. Akan tetapi menjadi hal yang sangat tidak wajar serta luar biasa, jika kamu menemukan dia sosok yang hebat mengatasi poros dan mendapatkan kesuksesan hidupnya, tanpa kesempurnaan itu. Maka dengan kondisi yang masing-masing kita miliki , jadilah hamba yang hebat" 

_________

Untuk Ayahandaku, jadikan aku penopang utama segala keluh kesahmu.
Jadikan aku wadah pelampiasan segala jenuh dan penatmu.
Jadikan aku solusi untuk mengatasi semua sifat introvertmu.

Jadikan aku anak kebanggaanmu, di dunia
dan biarkan aku menyematkan mahkota mulia untukmu, disana.

--
Untuk Adik tersayangku,
Jadikan aku kebutuhanmu, 
jadikan aku penyumbang ide, dan saran untuk model hidup yang akan kau pilih.
Jadikan aku kakak untukmu.
Izinkan aku memberikan dan memperlihatkan model hidup yang terbaik untukmu.

Jadikan aku kakak kebanggaanmu.

--

Untuk abangku dan mbakku

Jadikan aku salah satu pintu penyelesaian persoalan-persoalanmu.
Jadikan aku bukan debu dalam mempertimbangan keputusan yang ingin kau ambil
Jadikan aku orang pertama yang mengetahui kesulitanmu
Jadikan aku juga orang pertama yang bisa bersuara,
Jadikan aku orang pertama yang bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jadikan pendapatku berguna, dalam menentukan pendamping hidupmu kelak.

Jadikan aku adik kebanggaanmu, 
yang selalu membutuhkan bantuan dan dukungan untuk meraih impian.

____________

Dan terakhir untuk teristimewaku

Jadikan aku anak kebanggaanmu, 
Jadikan aku menjadi orang di posisi pertama yang selalu merindukan mu, 
posisi pertama yang selalu mendoakan, dan berharap bisa memiliki segala kesempurnaan yang kau miliki. 
Posisi pertama yang selalu berharap bisa bertemu kembali denganmu, 
Melampiaskan semua rasa cintaku

jadikan Aku Nadiya Nurul Afifah, yang tidak pernah akan lupa.
Betapa aku bersyukur diberikan nikmat lahir dari rahim seorang ibu sepertimu.
Betapa aku adalah anak yang paling beruntung didunia, sempat memilikimu 

Jadikan aku seorang ibu kelak, yang bisa meniru segala kesempurnaanmu, menjadi pelengkap untuk anak dan suamiku. Menjadi hijau di antara gersang, menjadi embun ditengah dahaga. 
Menjadi yang selalu dirindu. 

_________



 
 

Minggu, 20 April 2014

Betapa Kita adalah Bangsa yang Besar




The World Goes To Bandung.

Betapa Indonesia (dulu) adalah bangsa yang besar, (dulu) dan selamanya (seharusnya)
_________

Ada beberapa hal menarik yang aku dapet hasil dari kunjungan (iseng) ke beberapa museum yang ada di Bandung.

Salah satunya adalah Museum Konferensi Asia Afrika.

________

Im so proud of being Indonesian :)

Bapak Soekarno memberikan sambutan pembukaan pada konferensi Asia Afrika
Bandung, 18-24 April 1955 

Banyak foto dan kata-kata yang membuat merinding, mendengar kata sambutan pak Soekarno dengan semangat membara :")
Ingin melihat detik-detik kenyataannya.


Jawaharal Nehru
"Menjadi pusat perhatian, dan menyebutkannya sebagai ibu kota Asia dan Afrika"


"Jikalau Benteng Indonesia bisa bekerja bersama-sama dengan semua musuh kapitalisme dan internasional- imperialisme di seluruh dunia -- wahai tentu hari-harinya internasionali-kapitalisme itu segera terbilang"
---Soekarno di Forum Konferensi Asia Afrika---

Itu harap dan mimpi perdamaian yang mereka harapkan , sehingga kini kita mampu merasakannya.
Lalu ada yang salahkah dengan Asia dan Afrika hari ini?

Dimana nilai Dasasila Bandung? mengapa Indoenesia seakan diam terbisu melihat negara di Afrika sana banyak yang direnggut kebebasan menghirup udara merdeka dan perdamaian?


Indonesia bangsa dengan harap yang besar, begitu juga ia mampu menembarkan semangat berharap nya, untuk dunia Asia dan Afrika.


"Hidup persaudaraan antara Indonesia dan Vietnam untuk peringatan"
From Vietnam delegate for Indonesia

Dan selesai dari konferensi itum tak lepas dari peran pemuda (selalu) maka muncul organisasi-organisasi yang menginisiasi berkembangnya Asia dan Afrika.

Seperti:
Konferensi mahasiswa Asia Afrika
Forum wartawan Asia dan Afrika,
dan sebagainya

Kembalikan semangat menggubah dunia di diri kita,
lecutkan motivasi mempertahankan kebesaran bangsa dengan prestasi!!

Terimakasih banyak Bapak Ali Sastroamidjodjo.

_________

"Bandung adalah suara hati nuraninya mayoritas umat manusia, yang mempositifkan nasionalisme dan patriotisme masing-masing ke tingkat yang lebih religius dan ke lebuh sosialitis"

"Jiwa Bandung mengelektrifisir peruangan kemerdekaan di Afrika. Puluhan negara baru lahir sejak itu"

Sungguh, kita adalah bangsa yang besar kawan :)



HIDUP INDONESIA!
HIDUP MAHASISWA Indonesia :)
____________

Selain Konferensi Asia Afrika, ternyata disana juga ada sedikit ulasan mengenai Konferensi Islam Asia Afrika.

Tidak pernah ada dikotomi antara dunia dan islam, antara politik dan islam. Karena islam melingkari segalanya.

"Islam telah terlibat dan mengambul bagian secara aktif dalam perjuangan besar melawan "kejahatan umat manusia" berupa penindasan satu bangsa terhadap bangsa lain"

"Untuk melahirkan dunia baru, dimana kebebasan, keadilan, dan perdamaian meliputi umat manusia, dibawah khidmat Allah.."


______

Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika
19 April 2014

Ini Farmasi GUE

Mau tau beberapa kisah kasih farmasi?

Semester 2 kemarin, kita mengenal istilah senggol bacok.
Untuk praktikum Farmasetika, yang menuntut kita untuk bisa survive mempertahankan kehidupan kita masing-masing,
tidak peduli bagaimana nasib yang lain.
Tapi itu hanya terjadi di Lab, kalo diluar, we're always be the best team!
Always be best teamwork

Di semester 3 kemarin kita belajar untuk bisa mengakali data, memanipulasi data, dan belajar mengetahui efek dan dampak negatif dari kejahatan itu.
Di lab Kimia Analitik Dasar.
Ketika semua super susah untuk di manipulasi, dan malah pusing sendiri untuk bertanggung jawab atas semua manipulasi yang kita lakukan.
Belajar bahwa kadar adalah sesuatu hal yang pasti, tidak bisa diganggu gugat, dan dirubah. Sekalipun hasil yang kadar yang ditemukan hampir benar, maka tetap. Itu tidak benar :)
Tidak ada pilih kasih dalam menilai kadar kandungan zat-__-

Dan di semester 4, aku menemukan sesuatu hal yang menarik. Sesuatu yang baru di Lab Fitokimia.

Betapa ternyata setiap Lab memberikan pelajaran yang baru,
Tau kah?
kita belajar idealis mengenal kejujuran,
dan di Lab FItokim ini lah kita diuji.

Menunggu hasil ekstraksi berhari-hari,
Mendapatkan ekstrak kering yang cukup memakan waktu,
Melakukan fraksinasi yang membutuhkan waktu yang lama.

Siapa yang nggak kesel, ketika hasil jerih payah itu hilang begitu saja.

Ada apa??
IYA!!
PENCURIAN!!!!!

Aku nggak paham lagi, ini lucu dan konyol, ketika memang terjadi pencurian hasil ekstraksi maupun fraksinasi-_-

Sibuk mencari suspect, siapa yang mungkin melakukan hal kejam macam ini.
Tapi terlalu luas untuk menduga,

Maka kami, geng Visko-_- melakukan hal yang anti mainstream untuk menghindari pencurian yang membahayakan dan merugikan banyak hal, yaitu:

1. Memperjelas status dan nama pada botol hasil ekstraksi yang harus disimpan di lab

GENG VISKO! (who Know geng visko is? bodo amat gak tau juga, yang jelas geng kita)
Do NOT BRUTAL!!

SWIPER JANGAN MENCURI!!!!

kalo bisa ditambah tulisan:
"yang nyuri TA nya jadi susah"

2. Mengancam para pelaku untuk tidak melakukan tindakan pencurian yang kejam.


Dirusak?? Barbel melayang!
Punya Viskos! 

 Begitulah pertempuran yang ada di Lab Fitokim.
Harus WASPADA terhadap pencurian

Alhamdulillah sebentar lagi proyeknya selesai dan tinggal buat Log Book

Selalu ada kenangan di setiap Lab,

__________

Akan selalu teringat berantemnya kita sama kelompok yang lain, rebutan alat refluks

"2012 Mah emang ada dua! nggak satu! 2012 itu kebagi dua, 2012 sama temen-temennya Saiful!!"

Oh tidak, jangan bilang Lab fitokim bener-bener membuat terpecahnya 2012 menjadi 2012 dan teman-teman saiful-_-

__________





Little convo #8

Catatlah!! catat setiap kejadian di hidupmu, penuhi memorimu. HAHA, seperti ke-anehan yang selalu ada disekitarmu,

______

Ima: Itu tiketnya berapa kalo yang hotspot?
A: On The Spot ya?
______

Ima: Mba, Mas, coba yang kemaren udah di follow back belum?
A: Siapa mba yang harus di folback??
Ima: loh? Oh follow up maksudnya.....

______

N: Mau freak nggak belajarnya?
D: Hah? Isinya apaan gitu?
N: Hah? Freak dev..... freak..
D: iya, isinya apaan aja gitu?
N: FREAK--- Freak belajar loh!! freak gila belajar.
D: Oh......... gue kira tempat makan. Makanya gue tanya ada apa aja makanannya gitu.

N: ..... tempat makan ya.... oh tempat makan...

______

--Pembahasan tentang KKN, sharing KKN, dan persiapan mental untuk 2012 yang bakal sebentar lagi mengalami KKN

Teh N: Iya pokoknya intinya gini lah, Allah itu bener-bener paham, kondisi seperti apa yang bisa kita handle, dan kelompok seperti apa yang bakal membutuhkan sosok seorang seperti kita.

Teh I: iya, teh I N mah memang udah paling expret.

Kita: apa? Oh expert ya. 

_____


Sabtu, 19 April 2014

Negeri Dongeng Impian, Itu Nyata.

Negeri Dongeng Impian, Itu Nyata.


Dalam negeri dongeng impian, indah aku melihat betapa pemuda-pemudi menjalankan perannya dengan baik. Gagah, tampan, berwibawa, menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungannya. Dalam negeri dongeng impian, aku melihat pemerintahan yang profesional, jujur dan adil, dan kursi pemerintahan itu kokoh berdiri dipegang oleh pemuda yang tadi telah disebutkan. Sungguh indah. Para pemuda disana memiliki semangat yang luar biasa untuk berubah dan kemampuan untuk melakukan perubahan. Dalam negeri dongeng impian, aku melihat canda, tawa, dan suka masyarakat. sambil berlarian menikmati sorotan sinar matahari, dan sejuknya udara. Dan dalam negeri itu pula, aku terpana kagum melihat betapa luar biasa pengaruh pemuda, dengan karakter kuat mengakar, menghujam bumi, menjadikan negeri dongeng impian laksana negeri terindah.
Seketika akhirnya aku terbangun, membelalak membuka mata. Melihat realita sesungguhnya. Ini tentang Indonesia. Ya, pemuda Indonesia.
Dalam KBBI, pemuda berarti orang yg masih muda; orang muda: — harapan bangsa atau orang muda laki-laki; remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa. Sedangkan mungkin dari aspek psikologis yang sering kita baca dalam artikel-artikel psikologi, adalah  kelompok manusia yang berada dipertengahan di antara kelompok anak kecil usia dini, dengan kelompok usia lanjut atau tua. Pemuda dianggap dewasa, pemuda dianggap memiliki sejuta energi untuk dapat beraktivitas dan berpikir kreatif dan inovatif  melebihi dua kelompok lainnya. Opini publik mengenai pemuda pun tidak jauh dari  beberapa kosa kata kunci yaitu: agen perubah, panutan, peran fungsi strategis, akselerasi, sigap, gagah, iron stock, mahasiswa, aksi, bervisi misi, kuat, dan lain sebagainya. Pemuda identik dengan hal yang positif. Doktrin yang memang melekat pada setiap insan. Walau mungkin kini positif itu mulai pudar.
Di negeri dongeng impian tadi, sungguh semua definisi dan opini itu terasa sangat nyata dan ada, terjadi. Tapi sekali lagi, ini waktunya untuk bangun! Melihat jauh ke depan, bukan sekedar berangan dan menengok ke belakang. Pun pendahulu kita terdahulu memang tidak memungkiri betapa pemuda sangat dibutuhkan dalam perjuangan.  Sejarah mengakui, betapa peran pemuda terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dapat diragukan. Kemerdekaan bangsa merupakan karya monumental yang luar biasa yang dihasilkan oleh para founding fathers negeri ini, yang tidak lain adalah para pemuda. “Kemerdekaan bangsa ini bukan dihasilkan melalui warisan para penjajah, namun dihasilkan melalui tercecernya keringat dan darah, semangat dan aktivitas, retorika dan diplomasi yang dilakukan oleh para pendahulu” kata Prof. Dr. Nur Syam, M.si dalam salah satu artikelnya. Sejarah pemuda Indonesia memang mengagumkan, sebutlah itu Boedi Oetomo, sehingga 20 Mei kita kenal sebagai hari kebangkitan nasional. Sebutlah itu sumpah pemuda, 28 Oktober 1928, yang bermakna sejati melebihi sekedar ikrar janji, namun penanaman prinsip. Sebutlah itu seluruh jerih dari pemuda Indonesia terdahulu menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tak habis letih mereka memperjuangkan kemerdekaan, hingga hasil perjuangan mereka membuahkan suatu perubahan besar terhadap bangsa ini, pengakuan kedaulatan, tergoreskan dalam janji-janji di selembar kertas, proklamasi. Seperti yang tadi telah saya kutip dari Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, gagasan pemuda Indonesia tentang nusa dan bangsa ini, rasa mereka menjadi abadi dalam syair satu nusa satu bangsa yang sering kita dengar dan senandungkan. Adanya pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa pada tahun 1966. Masuk ke dalam peristiwa PKI, pemuda bangkit lakukan perlawanan, organisasi-organisasi mahasiswa GMNI, PMII, HMI, PMKRI, dan segenap elemen mahasiswa lainnya mengumandangkan tritura. Dari situlah,  selanjutnya peran pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang membawa Indonesia masuk ke sebuah orde yang baru. Orde baru. Dan ketika para pemuda mengkritisi kekuatan rezim jendral besar Soeharto, maka pemuda saat itu kembali bergerak, merubah generasi, melakukan perubahan sosial,hingga sampailah kita pada orde reformasi. Itulah bukti peran pemuda yang nyata. Sangat nyata. Dan dari kisah itulah, Mungkin kita dapat memfokuskan dan melakukan pembatasan pada definisi pemuda disini adalah mahasiswa dengan  peran dan fungsinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan pembahasan diluar itu.
Bagaimana sekarang? Muncul pertanyaan, bagaimana kondisi pemuda-pemudi Indonesia? Mungkin memang inilah akar dari permasalahan negeri kita Indonesia. Kita rindu akan adanya SDM yang bersih, beridealisme, berkarakter kuat, berani, profesional, dan jujur dalam melaksanakan seluruh aktivitasnya. Disini saya tidak berbicara tentang pemerintah, namun yang sebenarnya Indonesia rindui adalah adanya SDM seperti itu akan mengisi kursi kursi entah itu pemerintahan, kursi direktur perusahaan, kursi-kursi para profesi kesehatan, bahkan itu kursi-kursi POLRI dan TNI, untuk membentuk sebuah bangsa yang merdeka! Merdeka dalam artian yang sebenar-benarnya, yang adil dan sejahtera. Mengganti sebuah generasi, adalah berbicara tentang perubahan besar sosial, perubahan karakter, persiapan dalam membentuk amunisi SDM baru yang berkualitas. Dan dari kalimat tersebut, terdapat satu kata kunci, siapakah amunisi yang siap mengantikan keseluruhan kursi kuasa yang ada di Indonesia? Siapa amunisi berkualitas yang kita harapkan? Jawablah itu, pemuda. Kami, pemuda Indonesia, adalah amunisi yang siap dilontarkan, ketika pelatuk ditekan.
Mengenai peran pemuda dalam menyongsong bangsa yang adil dan sejahtera, alangkah baiknya bila kita ulas dan samakan persepsi, tentang apakah itu adil? Apa itu sejahtera? Lalu seperti apa bangsa yang adil dan sejahtera?
Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan bahwa adil adalah --- sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak; berpegang pada kebenaran. Sedangkan sejahtera adalah --- aman, sentosa, dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan).
Izinkan saya merangkum, bahwa sebenarnya adil adalah menyesuaikan semua sesuai pada tempatnya, adil bukan berarti sama besar, adil bukan berarti sama berat. Adil adalah seimbang sesuai pada tempat dan keperluannya. Sedangkan sejahtera adalah cukup. Berkecukupan. Ketika sakit, mampu untuk berobat. Ketika ingin mengeyam pendidikan, bisa untuk sekolah dan kuliah. Ketika lapar dan haus, mampu untuk makan dan minum. Ketika tersudutkan, mampu untuk mendapatkan pembelaan dan perlindungan. Dan ketika kita berbicara tentang sebuah bangsa yang adil dan sejahtera, adalah semua rakyatnya, semua elemen yang ada didalamnya, mendapatkan semua, sesuai hak dan porsinya masing-masing, sesuai tempatnya, dan kehidupannya tercukupi, terjamin.
Keadilan dan kesejahteraan adalah ke-idealisme-an yang diusung oleh pemuda-pemuda yang memiliki semangat perubahan. Kedua kosakata itu, “adil dan sejahtera” adalah pernyataan sebab dan akibat. Jika adil maka akan sejahtera, jika sejahtera maka pasti adil. Jika hal tersebut dilakukan oleh pemuda-pemuda, maka perubahan akan lebih nyata dirasakan dan merata, karena perubahan yang mampu bertahan lama adalah perubahan yang memiliki proses berkualitas, ada tenggat waktu dalam mempersiapkan amunisi yang berkualitas, itu jelas. Dan jika semua itu di negeri kita, Indonesia tidak akan pusing akan mempercayakan kepemimpinan bangsa ini, kursi-kursi di negeri ini kesiapa. Karena setiap yang ingin menyejahterakan bangsa ini telah memiliki karakter adil dari proses yang dialami oleh pemudanya.
Sudah jelas terlihat hubungan antara pemuda dan bangsa bukan? Lalu apa masalahnya? Yuk kita coba untuk berpura-pura, kita tutup mata dan telinga, anggaplah semua berita-berita terkait dengan pemuda Indonesia; entah itu jual beli soal Ujian Nasional, contek-mencontek, sibuk dengan kehidupan gemerlap muda, seks bebas, pelecehan, obat-obatan, dan keseluruhan degradasi moral. Anggaplah itu semua tidak pernah terjadi. Toh sejatinya, jika kita tengok pemuda-pemudi yang sering berdiskusi, lakukan audiensi, mengkritisi kebijakan, turun aksi, mereka yang memiliki iedealisme kuat mengakar. Bukankah tipe pemuda aktivis seperti itu di negeri ini banyak dijumpai bahkan hingga sekarang? Lalu tanya kenapa? Jika memang ada pemuda-pemudi seperti di negeri dongeng impian. Mengapa belum juga kita melihat negeri yang adil dan sejahtera seperti indahnya negeri dongeng impian.
Aku lampu jalan yang berada di ramainya jalan raya kota-kota besar di Indonesia. Aku lukisan yang berada di ruangan direktur perusahaan. Aku stetoskop yang selalu terkalung di leher para dokter. Aku jam dinding yang berada di ruang-ruang perusahaan industri farmasi. Aku adalah palu hakim yang menentukan segala putusan hakim. Aku adalah kursi-kursi yang berada di ruang sidang para pemegang kuasa negeri. Kami adalah benda, kami adalah saksi, melihat betapa negeri ini butuh melakukan pembenahan besar-besaran. Kami melihat banyak bibit berkualitas yang nantinya akan merubah negeri. Kami menjadi saksi, betapa sesungguhnya negeri ini kaya akan pemuda yang siap menggantikan seluruh posisi mereka. Aku, lampu jalan, sering melihat mereka turun ke jalan, menyuarakan kebenaran, pembelaan terhadap rakyat. Aku adalah piala, aku lencana, aku piagam, yang menjadi saksi akan prestasi mengagumkan mereka di bidang ilmu yang mereka kuasai. Aku jam dinding dan stetoskop yang melihat jerih payah mereka para mahasiswa kesehatan yang sedang berusaha untuk menjadi pilar kesehatan negeri ini. Namun kami juga menjadi saksi, betapa palu mudah untuk diketuk ketika uang diberikan. Banyak pemuda yang belum mengerti sepenuhnya apa yang mereka bawa, apa prinsip mereka, ketika aksi turun ke jalan, bagaimana para pilar kesehatan tidak menggunakan kode etiknya demi uang.
Satu sebab, dari keseluruhan masalah. Yaitu dasar pembentukan karakter, dasar prinsip, dan visi. Sulit memang pada realita ketika nanti pemuda berkualitas tersebut berhadapan dengan dunia sebenarnya, bersitatap langsung dengan tumpukan, dan milyaran bahkan triliyun rupiah. Ya benar, dalam proses pembentukan kualitas ada tenggat waktu,  masa itulah yang seharusnya diisi dengan penanaman karakter, prinsip, dan visi yang kuat. Tak bisa terlepaskan dari penanaman dan penajaman kualitas iman dari setiap individu pemuda. Karena cerminan dari iman terlihat dari akhlak. Dan akhlak lah penentu karakter. Pemuda butuh untuk mengerti, apa-apa segala aktivitas yang mereka lakukan sesungguhnya memiliki orientasi yang jauh ke depan, bukan hanya dunia, namun dunia yang menjadi fasilitas untuk meraih akhirat. Dengan penanaman pemahaman seperti itu, sebesar, seberat apapun rupiah dan godaan lainnya yang akan menghadang, bukan menjadi masalah.
Apa hal konkrit yang bisa dilakukan kita sebagai pemuda Indonesia kini dalam menyongsong bangsa yang adil dan sejahtera? Pemuda agent of change; mulai menjadi teladan untuk sekitar, berusaha menjadi pelopor perubahan. Mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri. Pemuda yang memiliki ide cemerlang, fresh, harus mampu memberikan inovasi, menciptakan hal baru, totalitas menyumbangkan ide dan solusi sesuai dengan kapasitas dan bidang ilmu masing-masing, itulah yang saya sebut pergerakan yang efektif, karena tak dapat dipungkiri kebiasaan orang adalah melihat siapa yang berbicara, bukan apa yang dibicarakan. Pemuda tidak harus terus menuntut dan banyak bicara, tunjukkan lewat karya nyata. Pemuda dapat memposisikan dirinya terhadap individu dia sendiri, terhadap lingkungan sekitar, dan terhadap masyarakat, dan skala luasnya terhadap bangsa. Adil dan sejahtera memang sebab akibat, karena itu pemuda perlu membentuk diri agar terbiasa melakukan semua aktivitasnya dengan adil dan proporsional. Pemuda sebagai moral force, jelas kita lah yang menjadi teladan moral, seperti dalam negeri dongeng impian, pemuda yang berilmu, menciptakan pemuda yang bermoral tinggi. Pemuda sebagai social control, adalah belajar untuk peka, kritis, terhadap seluruh persoalan sekeliling, memainkan hati dalam peduli, bukan sekedar menjunjung tinggi prestis nama mahasiswa, nama kampus.
Akhir kata, saya, sebagai parsial, sebagai fragmen dari keseluruhan pemuda Indonesia. Yakin, siap, untuk menyongsong Indonesia, bangsa yang adil dan sejahtera. Seperti salah satu quotes “Masa Depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka”, Eleanor Roosevelt, maka berikan kesempatan kepada kami, dan kami akan megguncang dunia dengan perubahan.

Referensi:
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Herry Soerya, Pemuda dan Sosialisasi.
Prof. Dr. Nur Syam, M.si, Peran Generasi Muda Bagi Bangsanya
Sindonews, Diskusi Publik PPI
Tribunnews, Pentingnya Peranan Pemuda

Bovan, Kutipan Tokoh Dunia


________

Dari hasil kompetisi esai nasional, lumayan nggak apa di share disini ya :)